| Average user rating |
(0 vote) |
|
| Views |
7950  |
|
Monster ini datang tempo hari. dikenal sebagai Rubik's Revenge atau Rubik's 4x4x4. Berbeda dengan Rubik's cube (3x3x3), dalam kondisi teracak, sulit untuk menentukan warna yang seharusnya berada di sisi tertentu. Secara teori, menyelesaikan rubik jenis ini adalah:
1. Membangun warna center berdimensi 2x2 top, botom, diikuti keempat warna lainnya. 2. Menyatukan warna edge sehingga membentuk pasangan edge. 3. Menyelesaikan seperti 3x3x3 4. Menyelesaikan parity. Dari keempat langkah tersebut, wajar jika parity dikenal sebagai monster yang sebenarnya. Alogaritma untuk menyelesaikan parity dikenal panjang dan rumit untuk setiap kasusnya. Contaoh : Parity untuk mem'flip' pasangan edge : l2 B2 l U2 l U2 (x') U2 l U2 l' U2 l U2 l2 U2 dan r2 B2 r' U2 r' U2 (x') U2 r' U2 r U2 r' U2 r2 U2 Cukup bikin males....Apalagi, dengan besarnya cube yang menyusahkan untuk fingertrick serta panjangnya alogaritma, bisa dipastikan ini akan mengkonsumsi waktu yang cukup banyak dalam speedsolving. Apalagi, kemungkinan munculnya parity adalah sekitar 50:50. Ini artinya 2 speedcuber dengan average solving yang sama bisa kalah/menang karena beruntung mendapatkan parity case..... Dalam dua hari ini : average solving saya jatuh pada 9:38 sec (5x solving) Sementara rekor terbaiknya adalah 7:44 sec Permasalahan utamanya adalah cube yang masih seret meskipun sudah diberi sedikit pelumas, sehingga banyak waktu terbuang karena rubik macet. Okey..cukup untuk yang pusing2. Sekarang untuk yang lucu dan imut...yakni Rubik's junior 2x2x2: Benda lucu ini, bagi beberapa orang yang belum pernah mencoba memainkannya mungkin terkesan mudah. Kenyataannya tidaklah demikian, menyelesaikan junior cube tidak banyak perbedaan dengan menyelesaikan Rubik's 3x3x3.
Alogaritma yang digunakan untuk menyelesaikan jenis rubik ini pun tidak jauh berbeda dengan alogaritma 3x3x3. Perbedaannya adalah kita tidak perlu mengkhawatirkan edge karena setiap kepingnya adalah corner. Dalam gambar disamping bisa kita kenali bahwa Rubik's Junior keluaran Rubik's company memiliki warna kuning bersampingan dengan warna putih yang artinya kubus ini menganut Japanese color scheme. Cukup aneh mengingat untuk Rubik's cube (3x3x3) menggunakan BOY (Western) color scheme yang berarti putih berseberangan dengan kuning, merah dengan orange, hijau dengan biru. Rubik's junior memiliki sistem mekanis yang jauh berbeda dengan Rubik 3x3x3. Oleh karena itu, untuk memutarnya dengan cepat cukup sulit, sementara melumasinya juga tidak semudah melumasi Rubik 3x3x3. Average sementara untuk menyelesaikan Rubik Kecil ini adalah 40 detik. 5 detik lebih lama dari waktu rata rata saya untuk menyelesaikan Rubik 3x3x3. Sementara waktu terbaiknya adalah 28 detik, 5 detik lebih lama dari waktu terbaik saya dalam menyelesaikan rubik 3x3x3 yakni 23.00 detik. By the way, ada insiden kecil semalam yang cukup bikin pusing. Karena sering macet pada saat diputar, saya mencoba untuk sedikit melakukan tekhnik 'break' seperti yang biasa dilakukan terhadap rubik's cube yang baru. Yang terjadi adalah, Seluruh kepingnya berhamburan. Berikut mekanis mekanis kecil didalamnya yang berjumlah belasan. Setelah beberapa jam mencoba memperbaikinya akhirnya saya menyerah. Dan baru keesokan paginya mengobrak abrik google untuk mendapatkan panduan cara memperbaikinya. Untung berhasil... Fyuuuuh.... Satu pelajaran berharga: Jangan melakukan break pada Rubik's cube junior!!!! atau akan berakhir seperti ini:
|